![]() |
| Foto: Orbital Assembly Corporation via Astronomy |
FlashNews86.com - Sebagian orang memilih berlibur ke resor atau hotel mewah di darat. Namun, bagi yang ingin merasakan pengalaman berbeda, pada 2027 mendatang direncanakan akan hadir hotel pertama di luar angkasa.
Mengutip Economic Times, Sabtu (13/12/2025), wisata antariksa kini mulai terbuka bagi sektor swasta berkat peran tokoh seperti Jeff Bezos dan Richard Branson. Keduanya dinilai membuka jalan menuju era baru, di mana perjalanan ke luar angkasa kelak bisa menjadi hal yang lazim layaknya penerbangan internasional.
Babak baru pariwisata pun disiapkan melalui pembangunan Voyager Station, hotel luar angkasa pertama yang digagas Orbital Assembly Corporation (OAC), yang kini berganti nama menjadi Above Space. Proyek ini ditargetkan meluncur pada 2027.
Voyager Station dirancang sebagai resor orbital mewah berbentuk roda raksasa yang berputar. Hotel ini mampu menampung hingga 280 tamu serta 112 kru. Total luas strukturnya mencapai sekitar 125.000 kaki persegi atau setara 11.612 meter persegi, yang terbagi dalam 24 modul untuk akomodasi premium, area ritel, hingga kebutuhan industri.
Beragam fasilitas mewah disiapkan, mulai dari restoran, bar, bioskop, ruang konser, pusat kebugaran, area rekreasi, hingga vila bergaya hunian dan area komersial.
Keunggulan utama Voyager Station terletak pada teknologi gravitasi buatannya. Dengan memanfaatkan gaya sentrifugal, stasiun ini mampu menciptakan kondisi gravitasi sehingga penghuni tidak terus-menerus berada dalam keadaan melayang.
Desain berotasi tersebut terinspirasi dari konsep ilmuwan roket asal Jerman, Wernher von Braun. Sistem ini memungkinkan terciptanya gravitasi setara Bulan, yakni sekitar seperenam gravitasi Bumi. Ke depan, teknologi yang lebih canggih bahkan ditargetkan mampu mendekati gravitasi Mars atau Bumi.
Kepala operasional tim, Tim Alatorre, menyatakan bahwa gravitasi buatan tersebut dirancang agar tetap nyaman bagi tamu, sembari tetap memberikan sensasi khas berada di luar angkasa.
Dalam skemanya, para tamu akan tiba terlebih dahulu di area tanpa gravitasi, lalu menggunakan lift menuju modul luar yang berputar, tempat gravitasi buatan disimulasikan. Sistem ini dirancang untuk menyeimbangkan pengalaman mikrogravitasi dengan kenyamanan ruang hidup.
Soal biaya, tentu menginap di hotel luar angkasa bukan perkara murah. Sebagai gambaran, warga sipil pertama yang ikut penerbangan Blue Origin bersama Jeff Bezos harus merogoh kocek hingga US$ 28 juta atau sekitar Rp 465,8 miliar (kurs Rp 16.637).
Untuk memastikan kelayakan proyek, OAC saat ini tengah mengembangkan prototipe berskala lebih kecil berupa Cincin Gravitasi dan Stasiun Pionir guna menguji teknologi serta konsep desain.
Alatorre optimistis proyek ini dapat terwujud. Menurutnya, tidak ada hambatan besar selain waktu dan pendanaan, yang diyakini bisa diatasi.
Jika rencana Voyager Station berjalan sesuai target, masa depan pariwisata dunia akan berubah drastis. Menginap di hotel mewah yang mengorbit Bumi bukan lagi sekadar fiksi ilmiah, melainkan pengalaman nyata.

