Surabaya Mengundur Proyek Tanggul Laut, Prioritas Kini Infrastruktur Anti Banjir

 

Surabaya Mengundur Proyek Tanggul Laut, Prioritas Kini Infrastruktur Anti Banjir

Warga Surabaya harus sedikit bersabar: rencana besar mendirikan tanggul laut untuk melawan banjir rob resmi ditunda. Kendati begitu, pemerintah kota tidak patah arang. 

Fokus dialihkan ke revisi dan penguatan sistem pengendalian air yang selama ini sudah berjalan mulai dari pompa air, pintu air, hingga waduk darurat atau bozem. Ide utamanya jelas: solusi realistis dulu, daripada janji megah yang tertunda terus.

Kenapa Tanggul Laut Ditunda

Kompleksitas Biaya dan Tahapan Pembangunan

Menurut penjelasan dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya DSDABM, membangun tanggul laut secara massif tidak bisa serta merta dilaksanakan serempak di seluruh garis pantai kota. 

Proyek ini memerlukan persiapan matang, alokasi anggaran besar, dan biasanya menguras waktu lama. Untuk saat ini, opsi ini dianggap belum viable.

Ketidakmerataan Kebutuhan Infrastruktur di Berbagai Wilayah

Ternyata kondisi tiap wilayah pesisir Surabaya berbeda. Di kawasan timur tersedia infrastruktur air seperti pintu air dan rumah pompa yang dianggap cukup. 

Tapi di bagian barat seperti di kawasan Kali Krembangan, Kalianak, dan Kali Sememi fasilitas tersebut belum lengkap. Karena itu, membenahi sistem internal dianggap prioritas sebelum melanjutkan ide tanggul laut.

Strategi Sementara: Maksimalkan Pompa, Pintu Air, dan Bozem

Fungsi Pompa dan Pintu Air

Saat hujan deras atau terjadi pasang laut, pompa dan pintu air membantu mengalirkan air dari daratan ke laut menjaga agar air tak meluap ke permukiman. Sistem ini dianggap lebih fleksibel dan bisa diaktifkan sesuai kebutuhan.

Peran Bozem sebagai Penyangga Air

Selain itu, tiga bozem utama yaitu Bozem Bratang, Bozem Kalidami, dan Bozem Morokrembangan punya kapasitas menampung air hingga 80.000 meter kubik. Saat hujan deras dan air darat bercampur dengan pasang laut, bozem bisa menampung sementara sebelum dialirkan kembali ke laut. Kombinasi sistem ini dinilai paling realistis untuk kondisi sekarang.

Dampak Keputusan Ini untuk Warga

Kelegaan di Wilayah Timur

Warga di kawasan timur Surabaya bisa menarik napas lega. Karena infrastruktur sudah tersedia, potensi genangan akibat rob bisa ditekan. Pemerintah optimistis bahwa sistem yang ada sudah cukup untuk menjaga wilayah ini dari banjir laut.

Waspada di Wilayah Barat

Sayangnya bukan berarti selesai untuk semua. Di area barat kota terutama di titik titik tanpa pintu air atau pompa risiko rob masih nyata. Pemerintah sudah menjadwalkan pembangunan rumah pompa dan pintu air di beberapa sungai di sana, tapi prosesnya butuh waktu. Warga diharapkan tetap siaga.

Tanggul Laut: Masih Di Meja, Tapi Bukan Prioritas Utama

Meskipun penundaan dilakukan, bukan berarti proyek tanggul laut dibatalkan selamanya. Pemerintah tetap melihatnya sebagai solusi jangka panjang. Namun untuk sekarang, infrastruktur internal dianggap lebih mendesak dibanding dinding beton besar yang butuh biaya mahal dan proses panjang.

Catatan untuk Masa Depan Apa yang Penting Diperhatikan

Kalau kamu warga Surabaya atau peduli dengan pembangunan kota pesisir, ada beberapa hal yang penting diamati ke depan:

• Pastikan rumah pompa, pintu air, dan bozem terus dirawat bukan cuma dibangun lalu dilupakan
• Pantau rencana pembangunan rumah pompa di wilayah barat supaya proteksi rob merata
• Komunitas dan warga sekitar bisa dilibatkan dalam patroli air, pemantauan kondisi sungai, dan sosialisasi tanggap rob
• Meski tanggul laut belum dibangun, tetap tak ada salahnya mendiskusikan mitigasi berbasis alam seperti mangrove atau jalur hijau pesisir

Solusi Realistis Dulu, Janji Besar Menunggu Waktu

Keputusan Pemerintah Kota Surabaya menunda proyek tanggul laut memang bisa terasa mengecewakan bagi sebagian orang. Namun secara pragmatis, langkah ini menunjukkan bahwa kota memilih solusi yang realistis dulu memperkuat sistem yang sudah ada daripada tergoda proyek besar yang belum siap.

Dengan pengelolaan infrastruktur air yang tepat, perawatan rutin, dan keterlibatan warga, bukan tak mungkin Surabaya bisa lebih tangguh menghadapi rob ke depannya. Jadi meski dinding laut belum ada, bukan berarti kita tidak bisa bangun benteng cuma bentuknya berbeda.

Lebih baru Lebih lama

ads

Berita Amanah dan Terpeercaya

ads

Berita Amanah dan Terpeercaya
Berita Amanah dan Terpeercaya

نموذج الاتصال